Tuesday, July 20, 2010

Situ Gede Tasik Makin Menawan


Tasikmalaya

Situ Gede di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat , termasuk wisata alam. "Belakangan, situ ini semakin banyak diminati oleh wisatawan domestik. Coba lihat saja pada liburan akhir pekan, pasti ramai seperti terlihat Minggu (15/3) lalu," kata pengelola obyek wisata alam Situ Gede, Komar, kemarin.

Wisatawan kebanyakan datang dari Garut, Ciamis, Banjar, bahkan dari Bandung dan Jakarta, selain dari Tasikmalaya sendiri. Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Situ Gede bisa dilihat dari jumlah penjualan tiket setiap hari libur yang menunjukkan peningkatan. Setiap akhir pekan, jumlah pengunjung sampai sekitar ratusan wisatawan, sedangkan di hari biasa hanya puluhan wisatawan.

Situ Gede merupakan objek wisata alam satu-satunya yang dimiliki dan dikelola oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya. "Kalau di Kabupaten (wisata di wilayah Kabupaten Tasikmalaya -- Red) tempat wisata banyak, namun di Kota Tasik hanya satu, yaitu Situ Gede," katanya.

Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Situ Gede karena lokasinya cukup dekat dari pusat Kota Tasikmalaya selain itu dekat dengan akses jalan utama. Namun Komar mengeluhkan dari jalan akses utama menuju lokasi Situ Gede kondisi jalannya cukup memprihatinkan dengan banyaknya lubang dan bebatuan bekas kerusakan aspal.

Selain itu Komar mengeluhkan juga dengan warga yang berniat berkunjung ke Situ Gede banyak yang mengaku warga sekitar sehingga pihak pengelola merasa bingung dan akhirnya membebaskan masuk tanpa membeli tiket. Untuk itu Komar berharap akses jalan menuju Situ Gede diperbaiki supaya minat wisatawan untuk menikmati keindahan danau Situ Gede semakin banyak pengunjungnya.

Selain itu ia berharap kepada masyarakat agar bersikap jujur apabila bukan orang sekitar daerah dengan membeli tiket yang sudah ditentukan karena dengan membeli tiket berarti ikut menjaga keberadaan Situ Gede. "Jalan menuju Situ Gede juga jalan menuju permukiman warga, jadi ada juga pengunjung yang mengaku warga sini, padahal beli tiketnya juga murah," katanya.

Banyak pengunjung yang menikmati keindahan Situ Gede di pinggiran danau dan saung, selain itu banyak pengunjung yang menggunakan mobil dalam kota dan luar kota. Selain menikmati keindahan danau Situ Gede, pengunjung menikmati pula keindahan alam yang masih asri, dan ada juga pengunjung rombongan keluarga yang makan bersama sambil melihat keindahan danau dan para pemancing ikan.

Tasikmalaya Kota Shabu?


Tasikmalaya kota shabu…??? adowww… serem banget… Apa bener?

Pernyataan tersebut bisa dikatakan benar adanya. Jika anda sedang berada di wilayah Tasikmalaya, anda bisa menemukan banyak penjual shabu di sini. Ajaibnya para penjual menjajakan dagangannya secara terbuka dan bahkan berusaha menarik perhatian pembeli sebanyak-banyaknya. Semua orang bisa memperoleh shabu dengan mudah dan dapat melakukan transaksi shabu dengan aman, tanpa merasa takut atau was-was.

Membuka usaha menjual shabu di Tasikmalaya memiliki prospek pasar yang sangat bagus. Karena warga Tasikmalaya umumnya menyukai dan sering mengkonsumsi shabu. Dari yang tua sampai anak-anak. Laki-laki atau perempuan. Dari kalangan kaya sampai ekonomi lemah. Dari karyawan biasa bahkan pejabat, semuanya suka shabu.

Bagaimana bisa shabu dijual bebas dan terkesan legal di Tasikmalaya?

Ya bisa saja…!!! Karena Shabu yang ini bisa mengenyangkan dan menyehatkan.

Anda tidak perlu was-was dulu, karena Shabu disini adalah sarapan bubur ayam yang bisa anda jumpai di berbagai pelosok Tasikmalaya. Bubur ayam adalah bubur yang terbuat dari bahan pokok beras yang penyajiannya dilengkapi dengan irisan ayam, cakue yang dipotong kecil-kecil, bawang goreng, kecap asin, kadang ditambah kacang kedele goreng dan ati ampela. Tidak lupa kerupuk dan emping melinjonya. Jika anda suka, bisa ditambah kecap manis dan irisan daun bawang serta sambal yang dibuat dari cabe rawit yang diulek (kata orang sunda mah sambel cengek). Emh… Yummyyyyy…dijamin ketagihan mas….

Jika anda sedang berada di Tasikmalaya dan bingung mencari sarapan di pagi hari, anda bisa mempertimbangkan untuk mengkonsumsi shabu sebagai pengganjal perut anda.

Dibanding kota lain, di Tasikmalaya memang banyak dijumpai penjual bubur ayam. Dari bubur ayam seadanya sampai bubur ayam yang full lauk-pauknya. Dari yang harga dua ribu perak semangkok sampai yang sepuluh atau lima belas ribu rupiah semangkok. Dari yang nongkrong di pinggir jalan, atau yang ala restoran.

Cukup mudah menemukan penjual bubur ayam di Tasikmalaya. Anda bisa datang ke tempat-tempat yang cukup ramai seperti pasar atau alun-alun, maka anda akan menemukan beberapa penjual bubur ayam di situ. Atau anda bisa datang ke tempat-tempat pedagang bubur yang sudah terkenal, seperti Bubur Ayam Mang Zenal di Jl. Kalektoran. Bubur ayam ini sangat terkenal di Tasikmalaya, karena konon katanya, para seleb asal Tasikmalaya sering sarapan bubur di sini. Jadi jangan heran, jika suatu ketika anda bisa bersarapan bubur bersama Indra L. Brugman atau bersama Susi Susanti. Mang Haji Zenal menyajikan buburnya dengan ayam dan ati ampela yang bener-bener full. Maka jangan heran jika harga semangkok bubur ayam di tempat ini bisa mencapai Rp. 15.000,00. Harga yang cukup mahal untuk ukuran kota kecil seperti Tasikmalaya.

Ada juga Bubur Ayam Pertamina. Dinamakan demikian karena pedagang bubur yang satu ini awalnya mangkal persis di depan depo Pertamina Tasikmalaya. Sekarang penjual bubur ini sudah menyewa tempat permanen yang lebih representatif, masih di sekitar Depo Pertamina Tasikmalaya.

Atau anda bisa mencoba Bubur Ayam Mas Betet di daerah Sambongpari. Meski pake embel-embel Mas, ternyata yang jual orang Sunda asli cing….Mang Asep -owner bubur ayam Mas Betet-biasa mangkal setiap hari, pagi dan sore kecuali Kamis sore dan jumat pagi.

Atau kalau pengen pilih yang lain, jalan-jalan saja ke Jl. Dokar (Dr. Sukarjo). Di sepanjang jalan ini anda bisa menemukan beberapa gerobak bubur (tentunya dengan bubur dan penjualnya dong). Di Jl. Hazet (Jl. H.Z. Mustofa) juga ada.

Kalau anda sedang menunggui keluarga yang sedang dirawat di RSUD, ada penjual bubur ayam yang mangkal di seberang RSUD yang bisa membantu anda mengganjal perut. Atau cobalah jalan sedikit ke arah timurnya, ada bubur ayam Jalan Sapta Marga.

Atau boleh dicoba juga Bubur Ayam di Jl. Gunung Sabeulah. Nah kalau yang ini, mangkalnya menjelang tengah malam sampe subuh. Buat yang begadang ngerjain tugas kuliah, trus rada kelaparan, makan bubur ayam jam seginian, nikmat banget coy (apalagi sedikit rada pedas).

(Sstt…, saya gak maksud promosi lho)

Jadi tidak salah dong kalau Tasikmalaya bisa disebut Kota Shabu. Setuju?

Latah, Artis Dangdut Jadi Calon Wakil Bupati Tasik




INILAH.COM, Tasikmalaya - Artis dangdut ibu kota Cucu Cahyati akan diajukan menjadi calon wakil bupati Tasikmalaya, Jawa Barat.

"Kalau kita sampai akhir daftar pencalonan tidak mendapatkan pasangan wakilnya, tentu Cucu Cahyati akan dipilihnya," kata Arif Rahman, Sekjen DPC PDIP Tasikmalaya.

Arif menambahkan PDIP akan mempertimbangkan Cucu yang warga asli Kecamatan Ciawi Tasikmalaya itu untuk menjadi calon wakil bupati untuk mendampingi Ade Sugianto yang sekarang menjabat ketua DPC.

"Kalaupun jadi Cucu, kami akan jadikan kalangan selebritis itu menjadi calon wakil," imbuh Arif.

Rencana pengusungan dari kalangan artis, sambungnya, Cucu Cahyati sudah mendatangi ruang kantor fraksi PDIP di sekretariat DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (14/7) siang.

Ia menjelaskan, Cucu Cahyati datang sendiri ke kantor Fraksi PDIP untuk membicarakan masalah persiapan pencalonan kepala daerah.

"Dengan siapa pun dalam pencalonan kami siap saja, termasuk kemungkinan besar dengan artis," tegas Arif.

Namun, keputusan layak dan tidaknya Cucu Cahyati ikut serta dalam pencalonan Pilkada akan diputuskan melalui prosedur yang berlaku dan persetujuan dari pengurus PDIP terutama masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

"Saya lihat dari sisi keartisan Cucu Cahyati tidak ada masalah, tapi pendukungnya belum tahu, serta pertimbangan dari partai," pungkasnya. [antara/bar]

Mentari gadis cantik dari tasikmalaya


Mentari, gadis cantik, imut dan lucu ini meskipun dia dilahirkan di kota Intan Garut 21 tahun yang lalu, tapi karena tumbuh dan besar di Tasikmalaya, tepatnya di kota Ciawi, maka tak mengherankan bila Tasikmalaya lebih mendarahdaging dalam kehidupan sehari-harinya.

Anak pertama dari dua bersaudara yang mempunyai adik perempuan bernama Puput Putriani ini, seperti diakuinya emang tumbuh dan besar di sebuah kota kecil bernama Ciawi dan baru pindah ke pusat kota Tasikmalaya, saat menginjak kelas 3 SMA. Itupun tak berlangsung lama, karena sejak mulai membintangi beberapa sinetron, akhirnya Mentari pun memutuskan untuk pindah ke Jakarta, mungkin dengan alasan biar lebih fokus terhadap karir yang mulai dirintisnya.

Mentari memulai karirnya di dunia acting saat ia tengah duduk di bangku kuliah di UNPAD Fakulas Ekonomi. Saat itu Mentari iseng casting di salah satu PH di Jakarta tapi tanpa disangka tidak lama kemudian ada panggilan untuk syuting. Dari situlah, kemudian Mentari memutuskan untuk total di dunia acting. Dan dari February 2007 lalu Mentari di kontrak ekslusive oleh salah satu PH sampai nanti Agustus 2008.